THE CREATIVE SOCIETY
MODE / INDONESIA

Iwan Tirta Smerti: Menghidupkan Ingatan melalui Batik

Empat tampilan koleksi batik SMERTI Iwan Tirta
Koleksi SMERTI karya Iwan Tirta. Foto: The Editors Club.

Konteks dan gagasan

Iwan Tirta menghadirkan koleksi runway 2027 bertajuk Smerti, sebuah eksplorasi terhadap ingatan sebagai sesuatu yang terus bergerak. Dalam koleksi berisi 50 tampilan untuk perempuan dan laki-laki ini, motif dari khazanah rumah batik tersebut tidak hanya dihadirkan kembali, melainkan memperoleh kehidupan baru melalui perubahan susunan, ukuran, dan ritme visual.

Dari referensi menuju bentuk

Warisan tekstil kerap diasosiasikan dengan upaya mempertahankan bentuk asli. Smerti menawarkan pendekatan yang lebih lentur. Motif yang telah dikenal dapat muncul secara utuh maupun dalam fragmen, seperti cara manusia mengingat tempat dan pengalaman: tidak selalu sama persis, tetapi membawa makna yang tetap terasa dekat. Di sini, batik menjadi medium yang menghubungkan masa lalu dengan busana kontemporer.

Material dan detail

Konstruksi busana juga menjadi bagian dari gagasan tersebut. Pendekatan soft structured mempertemukan garis yang terukur dengan gerak kain yang lebih ringan. Koleksi menggunakan batik katun dan Tencel, sementara sutra dan denim hadir dalam elemen styling. Perpaduan ini memperluas kemungkinan cara batik dikenakan tanpa menjadikan material tradisional sekadar ornamen.

Panggung dan presentasi

Gedung Kesenian Jakarta menjadi panggung peragaan yang menggabungkan arsitektur, gerak, musik, dan busana dalam pengalaman yang lebih menyeluruh. Penampilan Efek Rumah Kaca dalam bagian finale memberi lapisan suara pada gagasan memori yang menjadi pusat koleksi. Rangkaian elemen tersebut menunjukkan bagaimana sebuah peragaan dapat dibaca sebagai peristiwa budaya, bukan hanya presentasi produk.

Kolaborasi dan pembacaan

Dalam presentasi ini, aksesori dikerjakan bersama Gelap Ruang Jiwa, tas bersama Filo by Miwsoon, sementara alas kaki melibatkan Fortuna Shoes dan Naked Sol. Kolaborasi memperlihatkan bahwa satu koleksi juga merupakan hasil kerja banyak disiplin kreatif. Pengakuan terhadap para pembuat di balik setiap elemen sama pentingnya dengan siluet yang terlihat di atas runway.

Makna bagi dunia kreatif

Smerti pada akhirnya mengajukan pertanyaan menarik: bagaimana menjaga warisan agar tetap relevan tanpa menghilangkan identitasnya? Jawabannya tampak melalui keberanian mengolah arsip, menghormati keterampilan, sekaligus menerima kemungkinan bentuk yang belum pernah dicoba. Batik tidak perlu berhenti sebagai benda yang dikenang; ia dapat terus menjadi bahasa kreatif yang hidup.

Sumber rujukan

Tulisan ini disusun sebagai ulasan editorial orisinal berdasarkan laporan The Editors Club, bukan salinan artikel sumber.

The Editors Club ↗